Deklarasi Marhaenis

Bahwasanya perjuangan untuk membela kaum Marhaen dan menentang musuh-musuhnya, yaitu Kapitalisme, Nekolim dan Feodalisme adalah suatu perjuangan yang paling terhormat, suci dan mulia.

Partai Nasional Indonesia/Front Marhaenis adalah alat bagi kaum Marhaen untuk memperjuangkan dan merealisasikan cita-citanya yaitu Kemerdekaan penuh, Sosialisme dan Dunia Baru.

Di dalam perjuangan untuk merealisasikan cita-citanya P.N.I./Front Marhaenis senantiasa mengintegrasikan perjuangannya dengan garis dan kepemimpinan revolusioner Bung Karno/bapak Marhenisme/Pemimpin Besar Revolusi/Penyambung Lidah Rakyat.

Oleh karena itu setiap Marhaenis harus senantiasa membajakan diri dan mendidik dirinya didalam teori dan praktek perjuangan Rakyat untuk dapat menjadi Marhaenis yang lebih baik lagi sebagai murid-murid yang terbaik dan terpercaya dari Bapak Marhaenisme Bung Karno, yang sekaligus juga adalah perasan NASAKOM.

Marhaenisme ajaran Bung Karno yang dicetuskan pada tahun 1927 bersamaan dengan berdirinya P.N.I. yaitu sebagai hasil penarikan pelajaran yang tepat dari praktek perjuangan Rakyat Indonesia dan Rakyat-rakyat lainnya dimuka bumi, yang ditindas dan dimelaratkan oleh sistem Kapitalisme, Imperialisme, Kolonialisme dan Feodalisme merupakan senjata ampuh ditangan kaum Marhaen sebagai asas dan cara perjuangan dan memberikan semua landasan yang kokoh-kuat yang menjamin kemenangan kaum Marhaen dengan menggalang semua kekuatan Nasional Progresif Revolusioner yang berporoskan NASAKOM, dan yang memastikan kehancurannya musuh-musuh kaum Marhaen.

Tidak ada gerakan Revolusioner, tanpa didasari oleh teori perjuangan yang revolusioner. Marhaenisme adalah suatu paham perjuangan yang revolusioner berdiri diatas sendi-sendinya massa aksi yang Revolusioner dan menghendaki syarat-syarat perjuangan yang Revolusioner, maka itu berdasarkan analisa tentang sifat dan watak revolusi Indonesia sifat revolusi kita dewasa ini adalah Revolusi NASIONAL DEMOKRATIS (Tahap pertama) dan yang berhari depan Sosialisme Indonesia (Tahap kedua) ialah masyarakat yang adil dan makmur materil dan spirituil. Oleh karena itu Buruh dan Tanilah yang harus menjadi sokogurunya, tanpa melupakan peranan penting dari golongan-golongan yang progresif revolusioner lainnya.

P.N.I./Front Marhaenis yang menjadi alat revolusi adalah juga bersoko-gurukan Buruh dan Tani yang harus dipimpin oleh pimpinan yang tepat dan yang mempunyai pandangan jauh kedepan (historisch bewust dan social bewust).

Untuk mendatangkan kemenangannya kaum Marhaen, maka mereka harus diorganisir dalam satu barisan Front Marhaenis yang teratur, dinamis, militan, radikal dan berdisiplin yang didalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen.

P.N.I./Front Marhaenis harus bisa mendidik, menuntun, mengolah tenaga Rakyat marhaen itu didalam perjuangan sehari-hari, harus bisa menjadi pelopor memimpin massa dan memegang komando daripada barisan ideologi Marhaenisme ajaran Bung Karno yang menjadi avantgarde daripada perjuangan massa Marhaen.

Kami yakin tanpa massa aksi revolusioner dari kaum Marhaen tidak mungkin terjadinya transformasi sosial ke tingkat yang lebih tinggi.

Setelah mempelajari konstelasi politik didalam dan di luar negeri dan kompetisi kekuatan-kekuatan didalamnya, maka saatnya dan situasinya adalah paling strategis, tetapi juga sangat urgent untuk menegakkan kepeloporan P.N.I./Front Marhaenis sebagai suatu kekuatan yang pada hakekatnya paling bertanggungjawab demi suksesnya jalannya revolusi kita yang berlandas-idiil Pancasila (Pancaran Marhaenisme) dan yang dipimpin oleh Bapak Marhaenisme Bung Karno, dan akan menentang dengan gigih setiap usaha yang hendak mengingkari dan mengaburkannya.

Terdorong oleh rasa tanggung jawab yang tinggi yang ditimbulkan oleh kesadaran sejarah dan kebenaran tuntutan-tuntutan revolusi 17 Agustus 1945 yang pada dasarnya adalah revolusi kaum Marhaen yang berlandaskan Marhaenisme yang dipancarkan didalam Pancasila sebagai dasar Negara dan Manipol/Usdek sebagai haluan Negara beserta segenap pedoman-pedoman pelaksanaannya, maka dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa disusunlah kebulatan tekad ini di dalam satu “DEKLARASI MARHAENIS” untuk menegakkan P.N.I./Font Marhaenis sebagai Partai Pelopor yang dituangkan didalam plan pembangunan Partai dibidang Ideologi dan Organisasi.......” (Baca P.N.I. penegak Pancasila !) [admin]


Marhaenis.org
http://www.marhaenis.org/staticpages/index.php/dekmar